Ilustrasi pencegahan virus Corona. Foto: Pixabay

Para ahli hingga kini masih melakukan penelitian terhadap virus corona baru (Covid 19). Temuan para peneliti yang terbaru adalah banyaknya kasus infeksi virus corona yang terjadi tanpa gejala.

Dokter penyakit menular dari Penn Medicine dan Direktur Medis Penn Global Medicine di Pennsylvania, Stephen Gluckman, mengatakan di antara mereka yang dites ada yang dinyatakan positif terifeksi virus corona namun tidak merasakan gejala apa pun, katanya seperti dilansir dari Huffpost, Selasa, 7 April 2020.

Hal itu bertolak belakang pada umumnya bagi mereka yang terinfeksi virus Corona. Biasanya mereka mengalami demam, batuk, hidung tersumbat, dan sesak napas. Selain itu ada pula yang merasakan kehilangan penciuman.

“Orang harus waspada untuk menghindari kontak dekat dengan orang lain dan tidak berasumsi bahwa hanya karena tidak merasakan sakit, bukan berarti Anda tidak membawa virus.Kita harus sangat agresif dengan tindakan isolasi mandiri,” kata Gluckman.

Menurutnya, penderita tanpa gejala tersebut sulit untuk dideteksi. Di sisi lain, mereka adalah pembawa virus corona yang bisa menginfeksi orang lain.

“Ketika kita mendapatkan infeksi, seringkali ada spektrum dari kategori sangat sakit ke sakit sedang, sampai tidak sakit sama sekali,” ujarnya.

Selain itu, pembawa virus bisa menularkan secara signifikan sekitar 48 jam sebelum gejala Covid-19 muncul.

“Ini membantu menjelaskan seberapa cepat virus ini terus menyebar di seluruh negeri, karena kami memiliki pemancar tanpa gejala dan memiliki individu yang mentransmisikan 48 jam sebelum menjadi gejala,” kata Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), Robert Redfield.

Menurutnya, penularan tanpa gejala atau penularan sebelum gejala tersebut terjadi pada tahap awal terinfeksi. Sementara itu gejala muncul rata-rata dalam waktu 5 hari.

Sebuah penelitian di dua rumah sakit di Hong Kong, menemukan banyaknya partikel virus yang dibawa seseorang dan dilepaskan ke lingkungan mereka, memuncak selama minggu pertama, kemudian secara bertahap menurun.

Penularan virus tersebut juga bisa terjadi dalam periode inkubasi sebelum mereka menunjukkan gejala yang umumnya terlihat pada 2-14 hari setelah terpapar virus. Baru-baru ini ditemukan masa inkubasi untuk Covid-19 rata-rata adalah 5 hari dan sebanyak 98 persen orang yang mengalami gejala setelah terpapar dalam 11 hari.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, sebanyak 75 persen warga China yang pertama kali diklasifikasikan sebagai asimptomatik, mengalami gejala. Hal ini menunjukkan, secara teknis transmisi pre-simptomatik adalah kejadian yang berpotensi terjadi. Mereka sudah menularkan virus itu tanpa gejala.

Sementara studi CDC menemukan dari 23 orang yang dites positif virus Corona, hanya 10 yang menunjukkan gejala pada hari diagnose di di panti jompo, King County, Washington, AS. Selain itu, sepuluh orang dalam kelompok lain mengalami gejala seminggu kemudian.

#