Ilustrasi pemindaian melalui QR code. Foto: Pixabay

Pemerintah Rusia menggunakan pelacakan melalui ponsel saat pemberlakuan lockdown terkait penyebaran virus corona (Covid 19) di wilayah Moskow. Warga diharuskan mengunduh kode QR jika mereka ingin bepergian.

Walikota Mowkow, Sergey Sobyanin, seperti dikutip dari CNN mengatakan, sistem pelacakan tersebut sebagai langkah akibat lonjakan jumlah kasus virus corona. Di Moskow tercatat 11.513 kasus dari 18.328 kasus di Rusia.

Dalam sistem tersebut, Warga Moskow yang berusia 14 tahun atau lebih harus mengunduh kode QR jika mereka ingin bepergian. Mereka harus lebih dulu mendaftar di situs pemerintah. Selain itu, warga juga bisa mengunduh melalui aplikasi di smartphone.

Sebelum bepergian warga harus menyertakan rute dan tujuan. Mereka kemudian menerima kode QR yang dapat diperiksa oleh pihak berwenang. Sistem ini pada tahap awal akan diterapkan untuk orang yang menggunakan transportasi umum.

Dalam praktiknya, polisi akan memindai kode-kode tersebut dan mengenakan denda kepada orang-orang yang tanpa izin melakukan bepergian. Selain itu, sanksi juga dikenakan bagi mereka yang sengaja memberikan informasi palsu.

Bagi warga yang masih bekerja dapat memperoleh izin khusus tanpa batas, namun bagi mereka yang memiliki tujuan urusan pribadi seperti ke toko, dan pergi ke desa, warga hanya bisa mendapatkan dua kali izin dalam satu minggu yang masing-masing hanya satu hari.

Ketika China mendorong orang untuk kembali bekerja meskipun ada wabah koronavirus, China telah memulai eksperimen massal yang berani dalam menggunakan data untuk mengatur kehidupan warga negara – dengan mengharuskan mereka untuk menggunakan perangkat lunak pada ponsel cerdas mereka yang menentukan apakah mereka harus dikarantina atau diizinkan masuk ke dalam kereta bawah tanah, mal dan ruang publik lainnya.

Sebelumnya, penggunaan teknologi digital untuk menangani penyebaran wabah virus corona juga telah diterapkan pemerintah Cina. Salah satunya adalah Kode Kesehatan Alipay. Dilansir dari Nytimes.com, sistem kode pelacakan digital itu pertama kali diperkenalkan di kota Hangzhou.

Proyek digital tersebut merupakan proyek pemerintah setempat dengan bantuan Ant Financial, anak perusahaan dari raksasa e-commerce Alibaba.

Untuk menggunakannya, warga di Cina harus mendaftarkan diri melalui aplikasi dompet Ant, Alipay. Untuk menunjukkan status kesehatan mereka, terdapat kode warna hijau, kuning atau merah. Sistem ini sudah digunakan di 200 kota dan diluncurkan secara nasional.

Sementara itu di Amerika Serikat, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, (CDC), mengeluarkan aplikasi dari Amazon dan Facebook untuk melacak virus corona. Informasi yang didapat itu kemudian dikirim ke kantor pihak berwenang setempat.

#