virus-4898571_1280

Pemprov DKI Jakarta menerapkan rapid test untuk mendeteksi secara dini bagi mereka yang berisiko tinggi tertular COVID-19. Alat rapid test itu menggunakan darah lipat siku (whole blood) atau serum.

“Darah tersebut perlu diputar di dalam tabung sentrifugal dengan menunggu selama 15 menit, sehingga menghasilkan serum. Kemungkinan positif terhadap penyakit pun lebih tinggi daripada darah yang diteteskan langsung,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti melalui siaran pers di Jakarta, Rabu, 1 April 2020.

Serum tersebut merupakan cairan di atas bekuan darah sebagai antibodi atau sistem pertahanan tubuh. Penggunaan serum saat rapid test COVID-19, memiliki kemungkinan hasil positif akan lebih tinggi karena COVID-19 menyerang sistem pertahanan tubuh

Menurut Widyastuti, prioritas rapid test dilakukan kepada orang-orang yang berisiko tinggi menularkan ataupun tertular COVID-19, seperti tenaga medis dan orang-orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus pasien konfirmasi atau probabel COVID 19.

Selain itu Orang Dalam Pemantauan (ODP) atau orang yang mengalami demam >38 derajat celsius atau riwayat demam, gejala gangguan sistem pernapasan seperti pilek/sakit tenggorokan/batuk, serta memiliki riwayat tinggal di luar negeri dan melakukan perjalanan di area terdampak COVID-19.

Prosedur rapid test aktif dilakukan oleh Puskesmas dan pasif atau pasien datang berobat ke Puskesmas  Jika positif orang tersebut akan dilakukan pengambilan swab, isolasi mandiri atau dirujuk ke shelter sesuai kriteria selama menunggu hasil PCR. Namun, jika kondisi memburuk sebelum hasil PCR diperoleh, maka pasien akan dirujuk ke rumah sakit.

“Sedangkan jika hasilnya negatif, pasien diinformasikan untuk, pertama, isolasi mandiri 14 hari. Bila kondisi memburuk, dirujuk ke rumah sakitdan dilakukan pemeriksaan PCR. Kedua, memeriksa ulang rapid test satu kali pada hari ke 7-10 setelah tes awal,” kata Widyastuti

Pemprov DKI Jakarta telah mendistribusikan sekitar 164.000 alat rapid test COVID-19 ke lebih dari 100 fasilitas kesehatan dan rumah sakit di seluruh DKI Jakarta. Alat rapid test ini diberikan oleh Gugus Tugas Nasional COVID-19 ke Balai Kota Jakarta pada Senin (23/3).

    #