“Bisa saja ada menteri umur 20 – 25 tahun. Tapi dia harus mengerti manajerial, manajemen, mampu mengeksekusi program yang ada. Karena saat ini dan ke depan perlu orang-orang dinamis.” (Presiden Jokowi)

Dalam berbagai sesi wawancara dengan sejumlah media, Presiden Jokowi sering menyebut anak muda sebagai kandidat menteri periode 2019-2024. Siapa saja kah menteri dari kalangan millenials yang dilirik Jokowi? Kami merangkum 3 Nama tokoh yang sering disebut-sebut sebagai calon Menteri anak muda.

1. Tsamara Amany Alatas

Tsamara menjadi obrolan netizen dan media massa terkait kandidat menteri anak muda. Usianya baru 23 Tahun dan menduduki kursi Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Pada Pileg 2019 dia berhasil menyabet 140 ribu suara, meski pada akhirnya tak lolos ke Senayan karena partainya tak mencapai minimal ambang batas 4%. Pesonanya sebagai anak muda yang terjun ke Politik membuat heboh masyarakat Indonesia. Pengalaman Tsamara sendiri pernah menjadi sakti dalam uji materi syarat calon independen dan turut mengajukan revisi UU Pilkada berkaitan dengan calon independen. Pada Januari-April 2016 ia pernah menjadi staf magang Gubernur DKI, ditugaskan dalam tim untuk membantu Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), simplifikasi perizinan memulai usaha, dan meningkatkan peringkat izin memulai usaha dari 167 (2015) menjadi 151 (2016) dalam survei Bank Dunia. Pada Pilpres 2019 lalu, Tsamara didapuk menjadi Juru Bicara Capres Jokowi-Amin dari PSI. Kecantikan, kecerdasan dan ketangguhannya dalam dunia politik Indonesia sampai saat ini membuatnya dilirik sejumlah pihak untuk menjadi kandidat menteri dari kalangan anak muda.

2. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

Nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mencuat saat mencalonkan sebagai kandidat Gubernur DKI Jakarta 2017 silam. Pensiun dini dari TNI dengan pangkat terakhir Mayor Inf, AHY kini berusia 40 tahun. Sejumlah pertemuan yang ia lakukan usai Pemilu 2019 dengan Presiden Jokowi disinyalir menjadi kode politik pergeran arah parta Demokrat dari oposisi menjadi koalisi. AHY pun digadang menjadi kandidat kuat menduduki posisi menteri. Putra pertama Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Kristiani Herawati ini, memiliki banyak penghargaan selama amsa tugas di TNI, mulai dati tanda jasa Satya Lencana hingga medali dari PB. Kecerdasannya pun tak diragukan, AHY menjadi lulusan terbaik Akmil 1999 dan berhak meraih penghargaan pedang Tri Sakti Wiratama dan Adhi Makayasa pada Desember 2000.

AHY juga menerima gelar Master of Science in Strategic Studies dari Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University, Singapura. AHY termasuk pula salah satu mahasiswa program Kennedy School dengan program studi Master in Public Administration/Mid Career (MPA/MC) dan lulus pada 2010. Tahun 2014, AHY menempuh tugas pendidikan militer Command and General Staff College (CGSC) di Fort Leavenworth, Kansas, Amerika Serikat, setingkat dengan Sekolah Staf Komando Angkatan Darat (Seskoad) di Indonesia. AHY lulus pada 2015 dengan IPK 4.0. Tak hanya di pendidikan militer, AHY juga menuntaskan program master dari George Herbert Walker School di Webster University, Amerika Serikat, lagi-lagi dengan menggondol IPK 4.0 yang merupakan nilai sempurna. Di negeri Paman Sam pula, suami dari Annisa Pohan ini mengikuti pendidikan Sekolah Lanjutan Perwira di Fort Benning. AHY terpilih sebagai lulusan terbaik dan meraih sejumlah penghargaan. Hingga awal 2016, AHY berdinas sebagai Kepala Seksi 2/Operasi di lingkungan satuan elite Kostrad, Brigade Infanteri Lintas Udara 17.

3. Nadiem Makarim

Nadiem Anwar Makarim adalah seorang anak yang lahir dari pasangan Nono Anwar Makarim dan Atika Algadri. Ayahnya adalah seorang aktivis dan pengacara terkemuka yang berketurunan Minang-Arab. Sedangkan ibunya merupakan penulis lepas, putri dari Hamid Algadri, salah seorang perintis kemerdekaan Indonesia. Nadiem menjalani proses pendidikan dasar hingga SLTA berpindah-pindah dari Jakarta ke Singapura. Sehabis menyelesaikan pendidikan SMA-nya di Singapura, pada tahun 2002 ia mengambil jurusan International Relations di Brown University, Amerika Serikat. Setelah memperoleh gelar sarjana pada tahun 2006, tiga tahun kemudian ia mengambil pasca-sarjana dan meraih gelar Master of Business Administration di Harvard Business School.

Pada era Jokowi, Go-Jek berkembang pesat. Ia pun sering digadang-gadang menjadi calon pemimpin masa depan Indonesia. Namun pernyataan Jokowi yang ingin anak muda ada dalam pemerintahannya membuat banyak pihak menginginkan sosok anak muda sukses ini menjadi salah satu menteri Presiden Jokowi di periode kedua.

#