Ilustrasi gangguan kesehatna mental. Foto: Pixabay

Indonesia dan dunia kini tengah dilanda wabah terkait penyebaran virus Covid 19. Namun tahukah kamu jika terlalu banyak kita mengkonsumsi informasi begatif terkait penyebaran virus tersebut dapat berdampak pada kesehatan mental?

Jumlah data pasien per tanggal 5 April 2020 menyebutkan mereka yang positif terinfeksi virus corona (Covid-19) bertambah menjadi 2.273 orang.

Juru Bicara pemerintah khusus penanganan virus corona Achmad Yurianto mengatakan, terdapat penambahan 181 kasus dibandingkan hari kemarin. Jumlah pasien yang meninggal bertambah tujuh orang, sehingga total 198 orang meninggal dunia. Sementara untuk jumlah orang yang sembuh bertambah 14 orang menjadi 164 orang.

Akhir-akhir ini, itulah informasi dan berita yang membanjiri media sosial dan media mainstream. Mau tidak mau, informasi tersebut sangat mudah diakses sejalan dengan instruksi pemerintah untuk penanganan penyebaran virus Corona dengan tetap berada di rumah.

Mengutip Independent.co.uk, jika seseorang dalam 24 jam mengisi kepalanya dengan informasi dan berita-berita tersebut, dapat mempengaruhi kesehatan mental. Organisasi Kesehatan Dunia WHO menyebutkan aliran berita yang hampir konstan tentang wabah virus Corona dapat menyebabkan siapa pun merasa cemas atau tertekan.

“Carilah pembaruan informasi dan panduan praktis pada waktu-waktu tertentu pada siang hari dari para profesional kesehatan dan situs web WHO dan hindari mendengarkan atau mengikuti rumor yang membuat Anda merasa tidak nyaman,” demikian laporan tersebut.

Menurut laporan tersebut, salah satu hal paling berbahaya bagi kesehatan mental adalah terlalu banyak waktu untuk memikirkan hidup secara kritis, kata Dr Lucy Atcheson, seorang konsuling psikiater.

Menurutnya, ketika seseorang mengisolasi diri, maka dia punya banyak waktu untuk berpikir dan itu sangat umum untuk dia mengalami ketidakpuasan.

Seseorang dapat memulai proses tersebut dengan perasaan tenang. Hal itu menurutnya dapat menghindari spiral kognitif yang negatif negatif. Spiral kognitif sendiri merupakan istilah dalam dunia psikologi dimana seseorang mengalami sebuah pengalam yang berulang-ulang. Pengalaman itu semakin ternanam dan menjadi pola afeksi seseorang.

Untuk itu, dalam masa social distancing atau karantina wilayah dibutuhkan asupan informasi positif ke dalam kepala seseorang agar terhindar dari kecemasan dan ketidaknyamanan.

#