Ilustrasi kerumunan warga. Foto: Pixabay

Pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk menjaga jarak (social distancing) antar individu dengan tidak menggelar berbagai pertemuan yang melibatkan banyak orang. Hal itu dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran Virus Corona yang lebih luas.

Namun, sejumlah orang masih saja belum menyadari dan nekat menggelar pertemuan-pertemuan dengan jumlah peserta yang banyak. Tak peduli mereka dari kalangan warga biasa, pejabat hingga guru.

Baru-baru ini, Kapolsek Kembangan Kompol Fahrul Sudiana dicopot dari jabatannya karena menggelar acara pernikahan di Hotel Mulia Senayan pada 21 Maret 2020. Dia dinilai melanggar aturan Maklumat Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz bernomor MAK/2/III/2020 tertanggal 19 Maret 2020.

“Berdasarkan perintah Kapolda Metro Jaya, sejak hari ini yang bersangkutan di mutasikan ke Polda Metro Jaya sebagai analis kebijakan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Kamis, 2 April 2020.

Menurutnya hasil Propam Polda metro Jaya, Fahrul melanggar disiplin dan juga melanggar maklumat Kapolri yang sudah tegas dalam maklumat itu dalam rangka menghadapi penyebaran Covid-19 sekarang ini agar tidak ada kegiatan masyarakat yang sifatnya mengundang massa yang berkumpul.

Selain itu, ada pula puluhan guru di Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember yang nekat menggelar arisan di sebuah tenda, Sabtu 28 Maret 2020. Warga bersama Babinkamtibmas kemudian memperingatkan namun acara tersebut tetap berlangsung.

Warga yang khawatir oleh ulah para guru karena kawasan Kaliwates menjadi zona merah COVID-19, bersama Kapolsek Kaliwates Kompol Edy Sudarto datang langsung dan membubarkan acara tersebut.

Pembubaran acara itu sempat viral di media sosial karena tersebar video berdurasi 40 detik, Edy yang tampak marah kepada tuan rumah. Bahkan acara itu sudah diperingatkan untuk dihentikan sejak pagi hari.

Selain acara itu, masyarakat yang nekat membentuk kerumunan di tengah wabah virus Corona (COVID-19) adalah tawuran dua kelompok di Tebet, Jakarta Selatan, Rabu, 1 April 2020.
Tawuran tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Polisi yang mendapat laporan tersebut langsung menuju lokasi dan membubarkan tawuran tersebut.
Sebelumnya, tawuran juga terjadi di Palmerah, Jakarta Barat, Minggu, 29 Maret 2020. 7 pemuda ditangkap karena tawuran tersebut karena barang bukti balok kayu dan pedang.

Sementara itu di Kecamatan Tempurejo, Jember, Jawa Timur, polisi membubarkan pagelaran seni jaranan, Rabu, 25 Maret 2019 karena acara tersebut mengumpulkan banyak orang. Pembubaran tersebut untuk mencegah penyebaran virus corona. Kapolsek Tempurejo AKP Suhartanto bahkan merekam kegiatan pembubaran tersebut.

Kapolri Jenderal Idham Azis melaporkan sebanyak 11.145 kegiatan harus dibubarkan selama penanganan pandemi virus corona di seluruh Indonesia. Pembubaran tersebut sesuai dengna Maklumat Kapolri Nomor Mak/2/III/2020 tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona ( Covid-19).

Menurut Idham, belum ada catatan proses hukum terhadap masyarakat yang melakukan pelanggaran tersebut. Masyarakat menurutnya masih mematuhi kebijakan yang diberlakukan pemerintah.

#