Entah apa yang ada dibenak Herman Sikumbang ketika menulis lirik-lirik yang teruang dalam lagu berjudul “Kemarin”. Berat memang, harus terpisah bukan hanya fisik melainkan dunia. Ia yang biasa berdekatan, bersentuhan, bercanda tiba-tiba dalam hitungan detik bahkan menit tiba-tiba dipanggil menghadap Sang Kuasa.

Kisah di lagu ini pun diambil dari kisah nyata sang gitaris Herman Sikumbang yang menciptakan ‘Kemarin’. Herman berusaha menceritakan kepedihannya saat ditinggalkan seseorang yang dikasihinya.

“Lagu ‘Kemarin’ adalah curahan hati waktu aku harus tiba-tiba kehilangan seseorang yang cukup berarti. Sedih, bingung, kaget, campur aduk. Gimanapun semua kebersamaan itu nggak bisa terjadi lagi,” ujar Herman dikutip dari cirebonradio.com 2016 silam.

Lagu ‘Kemarin’ dibuka alunan gitar akustik dan piano yang mengalun. Bersambut dengan iringan string, menambah dramatis lagu tersebut. Suasana kehilangan yang mendalam pun dituangkan dalam aransemen musik penuh emosional.

“Sedih aja bawaannya nih kalau mendalami lirik lagu ini. Ditambah aransemennya dibikin sedemikian rupa untuk menggiring pendengar ke perpisahan tapi tanpa menye-menye lho ya. Menurut gue ini yang bikin lagu ‘Kemarin’ beda dari lagu perpisahan lainnya,” ujar Ifan sang vokalis (cirebonradio.com, 2016).

Lagi ini menjadi album terakhir dari Seventeen yang dirilis 19 Februari 2016 silam.

Lirik Lagu Kemarin

kemarin engkau masih ada di sini
bersamaku menikmati rasa ini
berharap semua takkan pernah berakhir
bersamamu bersamamu

kemarin dunia terlihat sangat indah
dan denganmu merasakan ini semua
melewati hitam putih hidup ini
bersamamu bersamamu

kini sendiri di sini
mencarimu tak tahu dimana
semoga tenang kau di sana selamanya

aku selalu mengingatmu
doakanmu setiap malamku
semoga tenang kau di sana selamanya

kini sendiri di sini, mencarimu tak tahu dimana
semoga tenang kau di sana selamanya
aku selalu mengingatmu, doakanmu setiap malamku
semoga tenang kau di sana selamanya

Tsunami Selat Sunda Menghempas Panggung Itu…

Bencana alam tsunami yang terjadi pada 22 Desember 2018 di perairan Pantai Anyer, Serang, Banten meninggalkan luka yang begitu mendalam bagi korban dan keluarganya. Salah satunya adalah grup band Seventeen. Pada saat itu grup band legendaris ini menjadi pengisi acara gathering PLN di Tanjung Beach Resort, Banten.

Tanpa diduga, saat personel Seventeen tengah perform, tiba-tiba saja air laut menerjang dan membuat mereka terhempas. Ifan sang vokalis berhasil selamat dari bencana alam yang dikabarkan akibat dari erupsi gunung Anak Krakatau tersebut.

Namun, dari peristiwa kelam tersebut, membuat Seventeen harus kehilangan personilnya. Sang gitaris, Herman Sikumbang ditemukan dalam kondisi tak bernyawa usai sebelumnya dinyatakan hilang. Kemudian pemain bass Seventeen, M Awal Purbani dan Road Manager Oki Wijaya juga dinyatakan meninggal dunia. Sementara sang drummer, Andi, hingga saat ini belum ditemukan.

Ifan begitu terpukul dengan situasi yang dihadapinya saat ini, ditinggal teman-temannya, belum lagi sang istri hingga kini belum ditemukan juga. Ia seakan hanya seorang diri. Kondisi Ifan bak tertulis jelas dalam lirik lagu ‘Kemarin’ ciptaan almarhum Herman Sikumbang, yang dirilis pada 19 Februari 2016 silam.

#