Sex Toys, alat bantu seks. Foto: Pixabay

Banyak cara dilakukan orang dari berbagai penjuru dunia dalam menghadapai lockdown terkait pemutusan penyebaran Virus Corona. Bahkan, di Selandia Baru, penjualan sex toys atau alat bantu seksual naik tiga kali lipat karena diborong para pembeli.

Kenaikan penjualan sex toys tersebut setelah Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern mengumumkan lockdown di kawasan itu selama sebulan penuh.

Akibat lockdown itu, warga Selandia Baru diizinkan meninggalkan rumah mereka hanya untuk keperluan penting. Warga diharuskan tetap di dirumahnya setidaknya untuk dua minggu ke depan.

Langkah-langkah yang diambil negara tersebut menimbulkan kegembiraan. Media sosial bahkan ramai membicarakan tentang potensi ledakan angka kelahiran bayi setelah aturan lockdown dicabut.

Para ahli di negara tersebut khawatir akibat hal tersebut akan terjadi ledakan angka kelahiran karena kurangnya kontrol.

Selain itu, pembatasan terhadap aktivitas warga itu juga mendorong penjualan sex toys naik tiga kali lipat dalam 48 jam sebelum lockdown diberlakukan sejak 25 Maret 2020.

Suasana membosankan berada di dalam rumah selama beberapa minggu ke depan mendorong warga Selandia Baru harus memborong produk dewasa itu yang bahkan mungkin belum pernah mereka coba sebelumnya.

“Kami menjual banyak sex toys. semua rentang pembeli pemula,” kata Emily Writes, juru bicara bisnis.

Selain sex toys, penjualan kondom dan alat bantu seks lainnya juga mengalami lonjakan. Kepada Theguardian, Adult Toy Megastore mengatakan penujualan mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa minggu terakhir, semua bertepatan dengan pengumuman berita utama tentang pandemi Covid-19 di Selandia Baru, Australia, dan Inggris.

Adult Toy Megastore dianggap layanan penting oleh pemerintah Selandia Baru. Layanan tersebut diizinkan untuk terus beroperasi selama lockdown.

Sementara ratusan postingan di media sosial telah membicarakan terkait bayi-bayi yang akan lahir setelah pandemi.

#