Pemakaman pasien PDP Virus Corona di DIY. Foto: Twitter @TRCBPBDDIY

Ironi korban wabah Virus Corona (COVID-19) kembali terjadi di tengah pandemi yang tengah berlangsung. Warga kembali menolak pemakaman jenazah di lokasi pemakaman. Penolakan pamakaman tersebut terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

Dalam sebuah video diunggah akun Instagram @ndorobeii memperlihatkan warga mengerumuni sebuah ambulans yang memakamkan korban. Dalam keterangan unggahan itu, dituliskan bahwa warga menolak pemakaman dua jenazah yang positif virus Corona.

Video tersebut diunggah Rabu, 1 April 2019 pukul 16.39 WIB. Unggahan tersebut berupa tiga video dan satu foto.

“Pemakaman 2 Jenazah yang positif corona dimakamkan di pekuncen kab banyumas tanpa seizin warga lalu ditolak warga, info karena bukan warga asli setempat
.
Berita Via whatsapp @neng_chabie25”

Warga tampak berkerumun dengan berteriak dan memukul kentongan mengiringi kedatangan ambulans pelat merah H-9507-TG dengan tulisan ‘Pemerintah Provinsi Jawa Tengah RSUD Prof Dr Margono Soekarjo Purwokerto’.

Menurut Kepala Desa Karang Tengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Karyoto, alasan warga menolak pemakaman jenazah pada Selasa, 31 Maret itu karena warga dibohongi dan tanpa pemberitahuan.

Tak hanya di Banyumas, penolakan pemakaman jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 juga terjadi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Pemakaman jenazah AR (53) sempat tertunda karena warga menolak pemakaman jenazah tersebut. Selain itu, ambulans yang membawa jenazah korban tersebut juga sempat diusir warga.

Penolakan yang sama juga terjadi di Antang, Kelurahan Manggala, Kota Makassar. Penolakan itu dilakukan karena karena warga di sekitar lokasi pemakaman takut tertular virus corona dari jenazah yang dimakamkan.

Meskipun sudah dilakukan edukasi kepada masyarakat, namun warga tetap menolak. Pemakaman jenazah tersebut akhirnya dipindah ke lokasi lain.

Penolakan warga terhadap pemakaman jenazah pasien positif 02 juga terjadi di TPU Batu Putuk, Teluk Betung Barat, Bandar Lampung, Selasa 31 Maret 2019. Bahkan pemakaman jenazah tersebut terpaksa dipindahkan ke lahan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung.

Lain lagi pemakaman terhadap jenazah pasien Covid-19 di Sidoarjo, Jawa Timur. Para penggali kubur menolak memakamkan karena takut tertular virus corona. Para penggali kubur tersebut meninggalkan tanah yang sudah digali kemudian ditinggalkan karena takut. Selain penggali kubur, sopir ambulans yang membawa mobil jenazas juga menolak mengantarkan jenazah.

Akibatnya, prosesi pemakaman tersebut sempat molor lebih dari empat jam. Padahal sesuai prosedur, jenazah yang meninggal karena virus Corona harus dimakamkan maksimal 4 jam dari kematian.

#