Ilustrasi pencegahan penyebaran virus croona. Foto: Pixabay

Persatuan dokter spesialis kulit dan penyakit kelamin Perancis (SNDV) menyatakan kemungkinan virus corona (Covid 19) dapat menyebabkan kulit kemerahan, gatal-gatal dan pseudo-frostbite (radang dingin semu) atau yang biasa disebut gejala dermatologis.

Melansir The Jerusalem Pot, Selasa, 14 April 2020, mereka infeksi virus tersebut memengaruhi tubuh di luar sistem pernapasan. Hal tersebut didapat dari sejumlah pasien Covid-19 yang melaporkan gejala tersebut.

Menurut SNDV, gejala dermatologis tersebut dapat muncul tanpa disertai gejala pernapasan. Gejala baru tersebut telah didiskusikan melalui grup bersama sekitar 400 pakar kulit di Perancis.

Dalam diskusi tersebut turut dibahas persoalan lesi kulit atau jaringan kulit yang tumbuh sevara tidak normal di atas atau di bawah permukaan kulit.

Selain itu, mereka juga mendiskusikan terkait pasien yang terinfeksi virus corona yang tidak semuanya mengalami gangguan pernapasan. Bahkan tidak sama sekali mengalami gejala tersebut akibat sistem kekebalan tubuh melawan virus.

Gelombang Kedua Virus Corona di Cina Datang dari Rusia

Waspada, Perceraian Meningkat Selama Pandemi Virus Corona

Sebelumnya dilaporkan sejumlah gejala baru muncul terkait infeksi virus corona. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis beberapa gejala di antaranya batuk, demam, napas pendek yang sering terjadi bagi mereka yang terinfeksi.

Selain itu, dari sejumlah penelitian para ahli yang tengah dilakukan, kerap pula ditemui orang yang terinfeksi virus corona mengalami kelelahan hingga tak bisa bejalan. Namun hal tersebut masih menunggu kepastian terkait penelitian itu.

Ada pula gejala nyeri otot kerap dikeluhkan bagi mereka yang terindikasi terinfeksi virus corona. Selain itu, banyak pula pasien yang telah dites positif karena terinfeksi virus corona mengalami sakit kepala dan sakit tenggorokan, bahkan hingga tidak memiliki nafsu makan.

Dalam penelitian lain baru-baru ini juga ditemukan sebanyak seperempat pasien tidak menunjukkan gejala di Amerika Serikat. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) ASmenyatakan sebanyak seperempat pasien bahkan tidak menunjukkan gejala.

Laporan CDC itu juga menemukan bukti bahwa orang yang terinfeksi dapat menyebarkan virus sebelum mereka menunjukkan gejala seperti pola pada penyebaran flu. Laporan CDC didasarkan pada 243 kasus virus corona di Singapura.

#