Film Joker dari Warner Bros sedang ramai diperbincangkan sejak mendapat standing ovation selama 8 menit di Venice Film Festival bulan Agustus lalu. Disutradarai Todd Philips dan dibintangi oleh nominator Oscars, Joaquin Phoenix, film ini mempersembahkan kisah asal-usul karakter Joker, yang merupakan tokoh kriminal paling populer dari seri komik DC.

Film Joker sendiri baru muncul di Indonesia pada tanggal 2 Oktober yang dimana lebih awal 2 hari dari perilisan di Amerika tanggal 4 Oktober. Hebatnya, walaupun baru 2 hari setelah perilisan Joker di Indonesia, ternyata Joker mampu mendapatkan US$846 ribu atau setara dengan Rp11,9 miliar dari 1.197 layar. Wahh! Sebagus apasih filmnya? Mari kita simak bersama yuk!

1. Di kota Gotham, Arthur Fleck ingin menjadi Komedian loh!

Di kota Gotham, Arthur Fleck hidup bersama ibunya yang sudah cukup tua dan sakit-sakitan, tetapi walaupun begitu Ibunya masih kuat bertahan hidup dengan bekerja sebagai seorang badut. Ya, pastinya menjadi seorang badut tidak mudah ya.

Gotham merupakan kota yang cukup kacau, karena banyak sekali aksi kekerasan, kriminal, penindasan, bahkan perbedaan derajat seperti kaum kaya dan miskin. Tapi, karena tekad Arthur yang kuat Ia tidak kehilangan semangatnnya untuk mengejar cita-citanya yaitu menjadi seorang komedian.

2. Arthur Fleck vs The World

Mengejar impian untuk menjadi seorang komedian tidak mudah bagi Arthur yang sedang bertarung melawan gangguan mentalnya sendiri. Lelucon buatannya tidak dianggap lucu, justru penyakitnya yang dianggap lelucon oleh orang lain. Arthur merasa hidup seorang diri karena tidak banyak orang yang mampu memandangnya sebagai seorang ‘manusia biasa’.

3. Tekanan Batin

Penolakan sosial yang selalu diterima oleh Arthur, ditambah sejumlah kejadian yang semakin menambah kesengsaraannya berujung pada tekanan batin yang begitu ekstrim. Dalam usahanya memahami makna hidup yang sebenarnya, muncul sebuah niat untuk melakukan gerakan revolusi yang tidak biasa.

4. Banyak plot twist yang menegangkan

Dengan durasi 122 menit, Joker mampu mempersembahkan cerita yang padat, intense, dan sulit ditebak perkembangannya. Taburan plot twist bisa disajikan dengan tepat sasaran, yang menambah suasana tegang selama menonton filmnya. Sesuai dengan kata sang sutradara Todd Philips saat wawancara bersama Collider, film ini lebih bergenre psikologi thriller dari pada superhero.

Nah, kira-kira seperti itu ceritanya, walaupun masih banyak yang ingin diceritakan, tapi jangan lah ya guys! Biar kalian penasaran dan coba nonton sendiri. Kalau dilihat diluar ceritanya, seperti cinetografi wahh! bagus banget deh pokoknya!

Sumber : IDN Times, IMDB

#