Kawasan Antartika. Foto: Pixabay

Ahli biologi kelautan Nadescha Zwerschke yang bekerja di Survei Antartika Inggris (BAS) mengatakan bahwa kehidupan satu-satunya di yang bebas dari penyebaran virus corona (Covid-19) adalah Antartika.

Nadescha Zwerschke merupakan ahli yang telah menghabiskan 16 bulan di Stasiun Penelitian Rothera untuk BAS. Peneliti tersebut mempelajari dampak perubahan iklim pada sistem makanan laut.

Menurutnya, Antartika adalah satu-satunya tempat yang bebas dari penyebaran virus corona. Screening terhadap orang-orang tersebut telah dilakukan sejak Februari 2020.

Sejumlah negara memiliki stasiun penelitian di daratan es yang luas itu. Kawasan tersebut akan memasuki musim dingin yang ekstrem beberapa bulan ke depan.

Stasiun Penelitian Rothera sendiri terletak di Semenanjung Antartika, sekitar 800 mil lebih dari ujung Amerika Selatan.

Nadescha mengatakan, dari tempat terisolir itu dia dan teman-temannya membicarakan tentang pandem virus corona yang terjadi. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di dunia saat ini tampak sangat nyata ketika melihtanya dari jauh.

Dia juga mengatakan, sebagian besar mereka yang tinggal di kawasan itu, telah melakukan kontak sehari-hari dengan teman dan keluarga.

“BAS memberi kami informasi tentang apa yang terjadi. Kami juga memiliki akses ke internet dan media sosial, dan ada surat kabar harian dengan berita utama. Saat ini, tidak ada virus corona di Antartika, dan BAS memiliki sejumlah langkah pencegahan untuk menjaga Antartika dan stasiun-stasiunnya bebas dari virus,” ujarnya seperti yang dilaporkan Mirror, Senin, 20 April 2020.

Menurut Nadescha, sejak Februari 2020, screening test telah dilakukan terkait penyebaran virus corona. Orang-orang yang datang ke Antartika, kata dia, diskrining dari gejala virus corona.

“Jika mereka menunjukkan gejala, mereka akan diminta untuk karantina selama 14 hari,” kata dia.

Nadescha mengatakan, bumi saat ini mengalami penurunan global CO2. Hal itu disebabkan sejumlah negara yang melakukan lockdown untuk mengantisipasi penyebaran virus.

“Pengurangan CO2 dan gas rumah kaca lainnya terlalu baru dan terlalu singkat untuk menunjukkan dampak abadi pada kondisi iklim di Antartika. Tapi mungkin dalam 100 tahun para ilmuwan akan mengambil inti es di Antartika dan menemukan tingkat CO2 yang sangat rendah dalam es yang terbentuk selama tahun ini,” kata dia.

Sebagai pekerja yang mendiami Antartika, menurutnya dirinya dan teman-temannya harus beradaptasi, jauh sebelum isolasi akibat penyebaran Covid-19. Isolasi di Antartika, kata dia, berbeda dengan isolasi di rumah.

“Meskipun kami terisolasi dari seluruh dunia, masih ada 23 orang di stasiun selama musim dingin dan saya cukup beruntung untuk menjadi bagian dari tim yang brilian, di mana semua orang bekerja dengan sangat baik dan menghabiskan banyak waktu bersama,” katanya menambahkan.

Nadescha mengatakan, ketika tidak bekerja, mereka mengabiskan waktu dengan cara berbeda bersama.

“Termasuk turnamen tenis meja untuk merayakan Wimbledon, dan kompetisi panah atas Skype dengan stasiun penelitian lainnya. Kami juga menyelenggarakan malam kasino dengan uang Monopoli yang menjadi cukup kompetitif,” kata Nadescha.

#